Genom Manusia
Setiap
sel dari makhluk hidup umumnya mengandung DNA yang sama. Cetakan-biru genetik dikemas dalam bongkah menggulung yang disebut kromosom. Sebagian urutan basa DNA dalam kromosom memberikan sandi
yang diperlukan oleh sel untuk mensintesis protein spesifik yang melakukan
fungsi biologis. Urutan ini dinamakan gen.
urutan basa lain yang dijumpai dalam kromosom hanyalah sekedar memisahkan satu
gen dengan gen lainnya. Urutan pasangan basa ini disebut DNA antargen. Seluruh rakitan gen dan DNA antargen pada suatu
makhluk dinamakan genom sel.
Sekitar
10 tahun sebelum pergantian abad ke-21, dimulai sebuah program yang luar biasa
besarnya, yaitu mengurutkan seluruh genom manusia. Pada tahun 2001, the International Human Genome Sequencing
Consortium dan ilmuwan dari Celera
Genomics secara independen mempublikasikan “draft urutan pertama” dari
genom manusia. Laporan ini memberikan cetakan-biru untuk 85 sampai 95% dari
genom dan diantisipasi bahwa sebagian besar kesenjangan ini akan terisi
menjelang tahun 2005.
Terdapat
sekitar 3,2 miliar pasangan basa dalam genom. Jika saja Anda membandingkan
genom Anda dengan manusia lain, akan terdapat 99,9% yang identik. Jadi, hanya
sedikit sekali perbedaan pasangan basa yang menyebabkan heterogenitas yang
begitu besar pada manusia. Akhirnya, genom sekarang dipercaya mengandung antara
26.000 sampai 40.000 gen.
Penerapan
hasil penelitian genom manusia pada masalah di bidang kedokteran dan biologi
telah dilaporkan. Contohnya, informasi dari genom telah digunakan untuk menemukan
enzim yang semula tidak diketahui yang berperan dalam perkembangan asma,
kerusakan syaraf, penyakit Alzheimer, dan bencana manusia lainnya. Sejak
perkembangan penghambat enzim dapat memberikan akses ke pengembangan obat
berguna, informasi dari projek genom telah menyuguhkan “target” baru untuk
pengembangan obat kepada ahli kimia obat.
Sumber:
Hart,
Hart Crain. 2003. KIMIA ORGANIK Suatu Kuliah Singkat Edisi Kesebelas. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Komentar
Posting Komentar